Laporam Pemeriksaan Vibrio Cholerae
Mata Kuliah :
Penyehatan Makanan dan Minuman-A
Dosen : Khiki Purnawati Kasim, SST., M.Kes
“Laporan Pemeriksaan Vibrio
Cholerae”
IRMAYANTI FAISAL
PO. 71.4.221.15.1.019
II.A / D.IV
KEMENTRIAN KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI D.IV
2016/2017
A.
Dasar
Teori
Vibrio cholerae merupakan bakteri gram
negatif, berbentuk basil (batang) dan bersifat motil (dapat bergerak), memiliki
struktur antogenik dari antigen flagelar H dan antigen somatik ), gamma
proteobacteria, mesofilik, dan kemoorganotrof, berhabitat alami di lingkungan
akuatik dan umumnya berasosiasi dengan eukariot.
Klasifikasi
dari vibrio cholerae :
Kingdom : Bacteria
Phylum : Proteobacteria
Class : Gamma proteobacteria
Ordo : Vibrionales
Family : Vibrionaceae
Genus : Vibrio
Spesies : Vibrio cholerae
Vibrio cholerae berbentuk batang bengkok seperti koma
dengan ukuran panjang 2-4µm. Vibrio cholerae bersifat
aerob/anaerob fakultatif. Suhu optimum untuk pertumbuhan vibrio adalah pada
suhu 18°C-37°C.
Gejala dan tanda kolera adalah diare yang biasanya disertai dengan
bintik-bintik putih yang seukuran beras, serta beberapa gejala lainnya seperti
muntah, denyut nadi cepat, tekanan darah turun, haus, dan kram otot.
B.
Tujuan
1.
Mahasiswa dapat mengetahui alat dan
bahan yang digunakan dalam pemeriksaan vibrio
2.
Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan
vibrio
3.
Mahasiswa dapat menentukan jenis vibrio
pada sampel makanan yang diperiksa.
C.
Metode
Praktikum
a. Alat :
·
Tabung reaksi
·
Gelas ukur
·
Pipet ukur
·
Petridish
·
Beacker glass
·
Tabung durham
·
Incubator
·
Autoclave
·
Lampu spritus
·
Balp
·
Ose
b. Bahan :
·
Sampel makanan
·
Air pepton alkalis
·
Triple iron agar (TSIA)
·
Kligler iron agar (KIA)
·
Media gula-gula (maltosa, manit, sakarosa,
laktosa, glukosa)
·
Aquadest
D.
Prosedur
Kerja
Hari
I :
a.
Timbang sampel makanan sebanyak 10 gram
b.
Blender dengan air pepton sebanyak 90 ml
c.
Ambil sampel 1-2
ose, lalu masukkan dalam air pepton alkalis
d.
Eramkan dengan suhu 37°C selama 18-24
jam
Hari
ke II :
a.
Amati perubahannya jika air keruh
(kuning), biru kehijauan dinyatakan positif
b.
Ambil 1-2 mata ose tanam
pada media TSIA dengan cara zig-zag dan tusuk dasar
c.
Eramkan dengan suhu 37°C selama 1×24 jam
d.
Pembuatan media gula-gula
Hari
ke III
a.
Amati, dinyatakan positif tanda warna
kuning pada media TSIA
b.
Ambil 1-2 ose kemudian
celupkan pada media gula-gula. KIA dengan zig-zag dan tusuk sampai ke dasar.
Hari
ke IV :
Amati dan cocokkan
dengan tabel
E.
Hasil
Nama pengambil sampel : Irmayanti Faisal, Uswatun H, dan Juliana
Jenis sampel : Makanan (bakso
bakar) dan minuman (es teler)
Alamat sampel : Jln. Banta-bantaeng
dan Jl. Wijaya Kusuma
Hari/Tanggal
pengambilan : Senin, 15 Mei 2017
Waktu pengambilan : 11.00 WITA
Hari/Tanggal
pemeriksaan : Senin, 15 Mei 2017 /
Selasa, 16 Mei 2017
Tempat pemeriksaan : Laboratorium Mikrobiologi
Kampus Kesehatan oltekkes Kemenkes Makassar
Tujuan : Untuk
pemeriksaan vibrio pada makanan dan minuman
Adapun hasil yang
diperoleh yaitu :
->
Tes perkiraan : 1. Makanan = negatif (-)
2. Minuman = negatif (-)
F.
Analisa
Hasil
Berdasarkan praktikum yang dilakukan di
Laboratorium Mikrobiologi Kampus Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes
Makassar, dengan menggunakan sampel makanan (bakso bakar) dan sampel minuman
(es teler), sehingga diperoleh hasil (-) atau tidak
teridentifikasi bakteri vibrio karena pada saat tes perkiraan tidak terjadi
perubahan warna air pepton alkalis menjadi biru kehijauan dan keruh sehingga
tidak dilanjutkan ke pemeriksaan/tes penegasan karena tidak ada tanda adanya
bakteri yang teridentifikasi.
G.
Kesimpulan
Dari hasil dan analisa hasil yang
diperoleh dari praktikum pemeriksaan vibrio cholerae, sehingga dapat
disimpulkan bahwa sampel makanan (bakso bakar) dan sampel minuman (es teler)
yang kami periksa tidak ditemukan adanya bakteri vibrio sehingga aman dari
bakteri vibrio cholera.
Komentar
Posting Komentar